Skandal Grup Chat Idol K-Pop, Bagaimana Jika Dilihat dari Sisi PR?

Sumber foto: Nst.com

Saat ini, industri hiburan Korea Selatan sedang dihebohkan dengan mega skandal yang melibatkan idol K-pop papan atas. Tidak tanggung-tanggung, nama-nama yang terseret dalam kasus ini berasal dari berbagai grup yang rata-rata telah lebih dari 10 tahun berkiprah di dunia entertainment. Bermula dari terungkapnya grup chat yang berisi video kamera tersembunyi ilegal dan percakapan yang tidak pantas terhadap wanita.

Ex-Big Bang Lee Seung-ri menjadi idol pertama yang ditetapkan sebagai tersangka utama atas keberadaannya dalam percakapan tidak pantas tersebut. Lalu, diikuti dengan terungkapnya keterlibatan para idol besar lainnya termasuk penyanyi Joon Jung-young, ex-FT Island Choi Jong-hoon, ex-Highlight Yong Jun-hyung, dan CNBLUE Lee Jong-hyun.

Sumber foto: Kapanlagi.com

Tak sampai disitu, berita terbaru menyatakan bahwa nama-nama besar lainnya seperti musisi Eddy Kim, penyanyi Roy Kim, 2AM Jinwoon, Super Junior Kangin, dan model Lee Cheol-woo juga menambah daftar artis yang ikut terseret dalam kasus ini. Hingga saat ini, Lee Seung-ri, Joon Jung-young, Choi Jong-hoon, Roy Kim, dan Eddy Kim telah ditetapkan sebagai tersangka sedangkan artis lainnya berstatus sebagai saksi.

Bagi kalian yang sudah cukup lama mengikuti perkembangan musik K-Pop pasti menyadari betapa besarnya skandal ini. Melihat keterlibatan para idol dari generasi kedua yang sudah cukup lama mempertahankan eksistensinya dengan fans yang cukup banyak, tak hanya di Korea Selatan tetapi juga di mancanegara, termasuk Indonesia.

Sebagian dari kalian yang idolanya ada dalam daftar mungkin sedang merasa galau atas sikap yang harus dilakukan. Sudah sejak lama mengidolakan, menunggu kehadiran, dan bahkan menabung untuk bertemu mereka. Tiba-tiba dihadapkan dengan peristiwa yang membuat kalian kesal atau marah atas perbuatan mereka, tapi disisi lain tetap setia menunggu kabar terkini dari para idol tersebut.

Jika kalian merasa kesulitan untuk menentukan sikap apa yang ingin kalian ambil, tentu bukan hanya kalian saja yang kesulitan sebagai fans. Akan tetapi, para idol tersebut bersama agensinya sudah merasakan kebimbangan yang justru jauh lebih besar sebelum kalian merasakannya.

Dalam kasus ini, saat para agensi mendapatkan berita kurang menyenangkan tentang artisnya, mereka tidak bisa tinggal diam dan membiarkan masalah berlarut-larut. Meski begitu, agensi juga tidak bisa tergesa-gesa dalam memberikan pendapat mereka kepada publik.

Apa yang akan mereka lakukan? Pertama, agensi akan mengumpulkan fakta yang ada dan salah satunya adalah mengkonfirmasi kebenaran dari informasi yang beredar dengan idol yang bersangkutan. Tahap ini terbilang sangat penting sebagai tolak ukur yang menentukan respon yang akan agensi berikan kepada masyarakat.

Bagaimana dengan sikap yang harus ditunjukan terhadap media? Hal yang harus diingat bagi agensi adalah jangan pernah menganggap media sebagai pihak yang harus dihindari. Bertolak belakang dengan hal tersebut, media sejatinya harus berkolaborasi dan menunjukan attitude yang baik terhadap media, terutama dalam situasi genting seperti ini.

Tidak bisa dipungkiri, media adalah jembatan antara masyarakat dan agensi yang membantu menyampaikan pesan dari agensi itu sendiri ke dalam bentuk berita. Apabila media mendesak untuk mengetahui kondisi terkini tetapi agensi masih dalam tahap melakukan fact checking, pihak agensi dapat mengatakan bahwa mereka sedang mengkonfirmasi kebenaran dan segera memberikan penjelasan.

Diam dan bersikap acuh tak acuh adalah hal yang harus dihindari. Jika agensi diam bukan berarti media hanya akan terdiam dan menunggu agensi buka suara. Justru sebaliknya, hal tersebut akan menimbulkan berbagai spekulasi. Media akan mencari informasi pada narasumber manapun yang dapat mereka temui untuk mendapatkan jawaban.

Informasi tersebut tentu layak dipertanyakan tingkat kredibilitasnya. Namun, apakah ada yang peduli? Redaksi menuntut reporter untuk mendapatkan berita, sejalan dengan hal itu, masyarakat juga menginginkan update terbaru atas kasus yang menimpa Seung-ri dan rekannya ini.

Pada akhirnya, informasi yang belum tentu benar tersebut semakin menyebar di masyarakat, memperkeruh keadaan dan menyisakan masalah yang lebih besar bagi agensi untuk diselesaikan. Hal yang harus diingat dalam Public Relations adalah “No comment is a comment.”

Setelah agensi mengumpulkan cukup informasi untuk menjawab pertanyaan publik, mereka tentu tidak langsung mengungkapkannya pada publik. Lalu, apa yang mereka lakukan? Agensi akan menentukan ‘posisi’ apa yang akan mereka ambil. Tahap ini disebut sebagai positioning dalam dunia Public Relations.

Agar dapat menentukan keputusan yang tepat, agensi seyogyanya menempatkan diri pada situasi sang idol dan melihat masalah dari sudut pandang publik. Tanggapan seperti apa yang pantas untuk diberikan dan dapat diterima oleh masyarakat.

Saat berada dalam tahap positioning, sangat penting bagi agensi untuk mempertimbangan konsekuensi yang akan terjadi. Suka tidak suka, image agensi akan tercermin dari image sang idol. Sebagai contoh, dua positioning yang berbeda ditunjukan oleh YG Entertainment dan FNC Entertainment.

Dalam kasus ini, YG Entertainment sebagai agensi yang menaungi Seung-ri menyatakan bahwa mereka telah secara resmi memutuskan kontrak eksklusif mereka dengan Seung-ri sekaligus memastikan kepergian Seung-ri dari Big Bang, boyband Korea yang sudah membesarkan namanya sejak 2006 silam.

Disisi lain, FNC Entertainment menjadi agensi yang mendapati dua artisnya terlibat dalam kasus ini yaitu Choi Jong-hoon dari grup band FT Island dan Lee Jong-hyun dari grup band CNBLUE. FNC memberikan pernyataan yang berbeda untuk kedua artisnya. Mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja dengan Choi Jong-hoon akan tetapi tetap mempertahankan Lee Jong-hyun di grupnya sebagai artis mereka.

Keputusan yang diambil oleh tiap agensi tentu telah melewati tahap positioning. Dari kasus ini, terlihat bahwa positioning dari satu agensi terhadap artisnya bahkan dapat berbeda meskipun dalam menghadapi kasus yang sama. Artinya, agensi melihat adanya fakta, kondisi dan pertimbangan konsekuensi tersendiri sehingga menghasilkan positioning yang berbeda.

Setelah keputusan dikeluarkan, kini giliran masyarakat yang menilai apakah positioning yang diambil agensi sudah dirasa tepat atau malah memperburuk image agensi itu sendiri. Bagaimana dengan kalian? Sudut pandang kalian yang mewakili publik tentu sangat penting bagi image agensi dan keberlangsungan karir sang idol loh!

Comments (0)

Leave a Comments