Apakah Kerja Public Relations Hanya Membuat Report?

Written by Patrick Jonathan

“Bikin
report lagi, nih.”

Kalimat itu jadi salah satu yang saya dengar di hari pertama bekerja di agensi Public Relations (PR). Sambil tertawa ringan, rekan kerja membahas hal tersebut dan tampak sudah akrab dengan ritme pekerjaan. Saat itu saya ikut tertawa, tapi di saat yang sama muncul satu pertanyaan sederhana di kepala: memangnya kerja PR isinya bikin report terus?


Public Relations hanya membuat
report?

Sebagai orang baru di industri ini, saya mulai memperhatikan pola kerja yang terlihat cukup berulang. Awal bulan biasanya dipenuhi diskusi strategi dan perencanaan komunikasi. Memasuki pertengahan bulan, semua orang sibuk eksekusi: koordinasi dengan media, revisi materi, meeting dengan klien, sampai memastikan acara berjalan lancar. Lalu ketika akhir bulan datang, suasana berubah menjadi deadline report di mana-mana.

Dari luar, ritme itu membuat pekerjaan PR terlihat seperti siklus yang ujung-ujungnya hanya menghasilkan report. Bahkan, tidak sedikit orang yang mungkin mengira pekerjaan utama PR memang sebatas merangkum aktivitas dan mengirim laporan ke klien.


Proses di balik sebuah
report

Namun semakin lama saya bekerja, semakin saya sadar bahwa asumsi itu terlalu sederhana. Karena ketika melihat lebih dekat, report ternyata hanyalah bagian paling akhir dari proses yang jauh lebih panjang.

Di balik satu dokumen report yang terlihat rapi, ada banyak hal yang tidak terlihat. Ada diskusi strategis yang berlangsung berulang kali. Ada proses memahami tujuan bisnis klien dan menerjemahkannya menjadi pesan komunikasi yang tepat. Ada koordinasi dengan media, vendor, internal tim, hingga pihak eksternal lain yang semuanya harus berjalan selaras.

PR juga bukan hanya soal “menceritakan” perusahaan. Dalam banyak situasi, PR berperan sebagai penasihat strategi komunikasi. Mereka membantu perusahaan menentukan bagaimana harus berbicara kepada publik, kapan harus merespons isu, dan bagaimana menjaga reputasi di tengah situasi yang berubah cepat.

Di sisi lain, PR juga menjadi penghubung antara perusahaan dan publik. Hubungan dengan media misalnya, bukan sekadar mengirim press release lalu selesai. Ada proses membangun relasi, memahami kebutuhan jurnalis, sampai memastikan informasi tersampaikan dengan jelas dan relevan.

Belum lagi ketika muncul situasi krisis. Di momen seperti ini, pekerjaan PR bisa berubah sangat cepat menjadi problem solver. Tim harus mampu membaca situasi, menyusun respons komunikasi yang tepat, dan memastikan pesan perusahaan tidak memperburuk keadaan.

Dalam keseharian, pekerjaan PR bahkan sangat dinamis. Satu hari bisa diisi dengan menjawab pertanyaan wartawan, menyusun strategi komunikasi, menghadiri meeting internal, mempersiapkan materi kampanye, hingga mengelola program CSR perusahaan. Tidak jarang semuanya terjadi dalam waktu bersamaan.


Jadi, apa sebenarnya pekerjaan Public Relations itu?

Pada akhirnya, report memang tetap menjadi bagian penting dalam pekerjaan PR. Tapi fungsinya lebih sebagai rangkuman dari seluruh proses yang sudah dilakukan. Report membantu mengevaluasi hasil kerja, menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada klien atau perusahaan, sekaligus menjadi dasar untuk menentukan strategi berikutnya.

Artinya, report bukan inti dari pekerjaan PR, melainkan “jejak” dari semua proses yang terjadi sebelumnya.

Dan justru di situlah menariknya profesi ini.

Banyak hal dalam pekerjaan PR yang sebenarnya tidak terlihat dari luar. Orang mungkin hanya melihat hasil akhirnya berupa pemberitaan media, event yang berjalan lancar, atau report bulanan yang dikirim ke klien. Padahal di balik itu ada proses berpikir, koordinasi, pengambilan keputusan, hingga kemampuan membaca situasi yang terus berjalan setiap hari.

Pengalaman ini akhirnya mengubah cara saya memandang profesi PR.

PR bukan sekadar pekerjaan administratif yang dipenuhi report. Di balik setiap report, ada strategi, dinamika, dan cerita panjang yang jarang terlihat. Dan mungkin, justru bagian yang tidak terlihat itulah yang sebenarnya menjadi inti dari pekerjaan seorang Public Relations.