• Home
  • Current: Stories

Issue Management: Kenali dan Pahami Siklus Perkembangan Isu

17 Mar 2021 | STORIES | 0 Comment
Title News

Photo by Amine M'Siouri from Pexels

--

Pada dasarnya seorang praktisi PR menghadapi dua hal dalam menjalankan tugas dan fungsinya, yaitu publik dan masalah. Dari namanya, Public Relations, sudah jelas pekerjaan ini akan berhubungan dengan khalayak atau publik. Kita juga tidak asing dengang istilah issue management  atau pengelolaan isu atau masalah yang dapat mempengaruhi citra perusahaan.

Menurut Filsuf Amerika John Dewey dalam bukunya ‘The Public and Its Problems,’ publik adalah sekelompok orang yang mempunyai masalah yang sama; mengenali adanya masalah, dan mengorganisir diri untuk melakukan sesuatu terhadap masalah tersebut. Publik mampu berbagi interpretasi tentang suatu agenda dan aksi di lingkungan mereka, yang terkadang ingin mereka sampaikan kepada suatu organisasi, baik pemerintah maupun perusahaan atau brand. 

Untuk menangani sebuah isu, penting bagi kita, sebagai praktisi PR, untuk mengenali siklus sebuah isu. Pemahaman mendalam terhadap siklus sebuah isu kita dapat merencanakan serangkaian tindakan strategis dan pengambilan keputusan secara lebih akurat. Bagaimanakah siklus isu tersebut? Simak ulasan di bawah ini!

 

  1. Pre issues

Fase pertama ini adalah saat di mana suatu hal belum teridentifikasi sebagai masalah. Sebagai praktisi PR, kita harus mampu membaca dan memonitor lingkungan sosial secara proaktif, seperti memperhatikan tren yang berkembang dan topik yang menjadi pembicaraan di publik. Pada tahap ini publik masih belum menganggap penting hal tersebut, tetapi nanti bisa saja akan dipermasalahkan.

 

  1. Potential issues

Dalam fase ini, potensi masalah dapat terbentuk ketika sekelompok orang mulai menganggap isu sebagai sesuatu yang penting dan memiliki keterikatan secara signifikan dengan isu tersebut. Keterikatan yang dimaksud adalah saat sekelompok orang menginterpretasi dan memberikan opini mereka terhadap sebuah isu berdasarkan pemahaman mereka sendiri. Ini merupakan tahap penting bagi praktisi PR dalam menentukan apakah isu akan berpotensi menjadi masalah publik atau tidak. Di tahap ini, praktisi PR juga sudah dapat memulai perencanaan tindakan untuk mengatasi isu tersebut.

 

  1. Public issues

Potential issues yang dianggap penting oleh sekelompok orang bisa berubah menjadi masalah publik. Pada tahap ini ada peran media yang terlibat dalam membuat sebuah potential issues menjadi public issues. Bagaimanakah keterlibatan media? Ketika potential issues dianggap penting oleh media, maka media akan mulai meliput dan menyiarkannya kepada lebih banyak lagi orang. Tidak hanya itu, potential issues dapat berkembang menjadi public issues ketika media mulai berulang kali menayangkan hal yang sama dan menciptakan diskusi di ruang publik. Saat itu terjadi, masalah akan menjadi suatu agenda dan public issues yang kemungkinan besar dapat merugikan perusahaan, brand, atau pun suatu organisasi.

 

  1. Critical issues or crisis

Tahap ini merupakan tahap di mana masalah menjadi krisis bagi perusahaan, brand, atau organisasi, yang memaksakan adanya suatu tindakan. Publik menantikan dan menuntut perubahan atau resolusi dari perusahaan, brand, atau organisasi. Di tahap ini, kemungkinan untuk “bernegosiasi” dengan publik menjadi amat sangat kecil.

Terdapat dua karakteristik suatu masalah dapat dikatakan sebagai krisis. Pertama, ketika ada banyak tuntutan resolusi atau perubahan dari pihak eksternal dengan jangka waktu menentukan keputusan yang sangat singkat. Kedua, ketika perusahaan dihadapkan pada hal yang dapat mengubah titik balik keberlangsungan perusahaan, baik itu ke arah yang baik maupun buruk. 

 

  1. Dormant issues

Di sini, masalah sudah teratasi sehingga dianggap hal tersebut sudah selesai atau perlahan menghilang. Namun, masalah ini tidak hilang total begitu saja, karena masalah tersebut dapat kembali kepada siklus pre issue dan menjadi potential issue lagi. Maka dari itu, praktisi PR perlu terus memantau respon dan opini publik yang berkembang. Hal ini guna menghindari isu yang akan muncul lagi karena publik tidak puas dengan hasilnya.


Siklus masalah di atas dapat dipelajari dan dipahami untuk bisa dengan cepat tanggap menghadapi isu yang muncul di publik. Semakin cepat dikelola, semakin sedikit dampak yang diberikan isu tersebut terhadap perusahaan atau brand. 

--

Source: https://www.researchgate.net/profile/Carl_Botan/publication/273551675_Public_Relations_State_of_the_Field/links/5ba1820e45851574f7d57acb/Public-Relations-State-of-the-Field.pdf

The girl who learned so much through arts
Comments
Leave your comment